God bless this mess.



Minggu, 03 Mei 2026

1 Jan 2026

 Memasuki 2026, rasanya teori yang aku anut tidak lagi ada. Tadinya aku mau percaya bahwa 2025 adalah akhir dari sebuah periode yang cukup menantang, berbagai kebetulan aku rangkai untuk taking a grain of salt from. Tapi sampai di sini, tidak ada satu teori pun yang bener. Sebaik manusia ingin making a silver ling out of their life, semakin nggak mampu dia menemukan apa-apa.

Kenapa princess Diana nggak happy ending padahal hidupnya jadi queen of people’s hearts?

Kenapa Indonesia dipimpin atau dikuasai sama orang-orang yang korup?

Kenapa ada orang yang boleh menginisiasi perang yang berlebihan dari sekedar menyelesaikan permasalahan antar negara?

Does intentional life exist? Does manifest really work? That secret of attraction.

Kayaknya nggak akan ada satu teori pun yang layak dipakai buat hal-hal semacam hidup manusia.

Rasanya formulanya cuma satu, look within. Ini salah satu hal yang sering Aku pikirkan ketika Sholat, ketika lagi moment Yoga. “You are the entire universe in a drop”. I think the universe is reflected in me. So why bother with theory?

One more thing, I do believe that it is all connected and it is useful to learn from the past, research, and hence, theory. But now I think we need to differenciate some theories that might actually are false. Isn’t random walk a theory too?

Now I am yapping. Tapi aku sebenarnya sedang menggunakan metakognisiku untuk menganalisis sedang apa sebenarnya aku di Melbourne, di tanggal 1 January 2026, sendirian.

 

I am walking across the Sydney darling harbour and cried.

For once in my life, I do not think about other people.

Finally it is just a quiet head, and ability to be charmed.

 

Look within ternyata nggak mudah untuk orang terluka. Hidupnya seolah Hanya soal lukanya. Memang perlu effort yang mendalam untuk “Well I am wounded but hey I can heal”. I am still on discovery if this mental wound is here for forever or treatable. But in the mean time, this looking within is my most convenient medicine. Until I found the meds, this will be the only theory I have.


Tidak ada komentar: