Hari itu seharusnya berakhir dengan cukup sederhana. Aku melihat-lihat apartemen bersama papa dan mama yang sengaja kuterbangkan jauh-jauh dari surabaya. Ada 5 apartemen yang kulihat hari itu, tapi entah kenapa memang hatiku tidak cenderung berjodoh secara tergila-gula atas salah satunya. Rasanya aku Sudah lama tidak tergila-gila, gila saja sekarang seringnya.
“Hi!” Aku senyum cengengeasan menatapmu yang melihatku terlebih dahulu. Entah kenapa posisi dudukmu seperti dipersiapkan untuk melihatku. Jarakmu juga hanya beberapa meter dari pintu masuk. Dengan semangat kamu nyaris bisa dibilang melambaikan tanganmu ke aku. Tapi kamu seketika berubah air muka. Aku juga ikutan. Setelah aku lihat arah pandangan kamu, aku baru sadar ada orang lain di situ.
There goes the ex wife and there goes the kids. I was shocked but they probably were most shocked. I mean they saw me right there so gorgeously. Kayaknya dia punya mata tiga dimensi, soalnya tanpa liat aku dia kayak tau siapa aku. Dan seperti dengan keras menggagalkan niatmu untuk terus tersenyum. Dan kamu berubah dingin dan mengalihkan pandangan kamu dariku,
You probably have invited them to the apartment. As much as I think how it hurts me because we built that apartment together, I still see them as finally getting their dad again after being in pain for so long. But they were happy for many years.
Me? I love him. But the rules of perspectives here takes control for a second.
How does it like to have kids, really now? Aku bergumam. Bagaimana caranya dirimu berubah menjadi bukan dirimu dalam sedetik seperti itu.
Kalau aku ingat lagi, jelas bahwa kamu senyum juga. Ada sepersekian menit tubuh kamu mantap menyampaikan bahwa aku layak untuk senyum itu. Tapi aksimu berikutnya justru dipenuhi dengan ketidakmantapan, jadi aku pun ikut tidak yakin. Dan kalau aku sudah tidak yakin, selamanya tidak akan pernah sangat yakin.
Empathy, how far does empathy take you, really? If not only this very second only.
Lucu ketika aku mengalami segala jenis keraguan seperti ini, tapi di saat yang sama aku disuruh yakin bahwa dari segala restoran di sekitaran mega kuningan, segala waktu, dan segala komposisi, Kau memilih yang ini untukku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar